1. Multi Vendor
Keuntungan:
- Kebebasan dalam memilih: Penggunaan sistem multi vendor memungkinkan suatu perusahaan untuk dengan leluasa menentukan siapa vendor yang akan ditunjuk untuk setiap kebutuhan perusahaan baik itu dari sisi hardware maupun software. Perusahaan akan memperoleh suatu sistem yang sesuai dengan kebutuhannya.P
- Pilihan terbaik: Suatu perusahaan besar dengan wilayah usaha yang luas tentunya membutuhkan jaringan informasi yang luas pula agar dapat mengoptimalkan potensi yang ada. Strategi multi vendor akan sangat berguna dalam mencapai tujuan tersebut karena dapat mendukung perusahaan untuk membangun jaringan informasi dalam skala yang besar. Apalagi jika ternyata perusahaan tersebut adalah perusahaan multinasional dengan kantor yang tersebar di seluruh dunia. Setiap wilayah tentunya juga memiliki kebutuhan sistem informasi yang berbeda-beda. Dengan strategi multi vendor, perbedaan sistem tersebut akan dapat dijembatani melalui penyediaan beragam sistem informasi.
- Mengurangi biaya dan resiko: Dengan strategi multi vendor, perusahaan akan dapat mengurangi resiko yang timbul karena adanya perubahan kebijakan dari vendor tertentu seperti kenaikan harga atau perubahan standar layanan mengingat banyak pilihan yang dapat diambil jika seandainya terjadi hal seperti itu.
- Peningkatan efisiensi operasional: Dengan adanya pengurangan biaya dan resiko dengan strategi multi vendor, perusahaan akan mampu meningkatkan efisiensi dalam beroperasi. Biaya operasi yang lebih murah dari penyediaan teknologi informasi dan semakin kecilnya resiko ketergantungan terhadap vendor tertentu akan membuat perusahaan menjadi semakin efisien dan pada akhirnya memberikan keleluasaan dalam meningkatkan kapasitas operasinya.
- Peningkatan kemampuan sendiri: Strategi multi vendor mampu mendorong perusahaan untuk meningkatkan kemandirian dalam pengelolaan sistem informasi. Adanya beberapa vendor yang menyuplai perusahaan dengan berbagai perangkat yang berbeda-beda akan mendorong perusahaan untuk melakukan pelatihan terhadap karyawan terutama untuk melakukan pengelolaan sistem informasi.
- Dukungan teknis yang lebih terspesialisasi dan optimal: Kompleksitas jaringan dan sistem informasi dewasa ini membutuhkan dukungan teknis dari pakar di bidangnya masing-masing. Strategi multi vendor dapat memberikan perusahaan untuk memilih vendor mana yang terbaik untuk setiap bidang. Dengan adanya vendor yang berbeda untuk setiap bidang dapat memberikan optimalisasi bagi perusahaan dalam hal dukungan teknis mengingat masing-masing vendor memiliki kemampuan yang terbaik.
Kekurangan:
- Kualitas yang berbeda-beda; Dengan adanya vendor yang berbeda untuk masing-masing bidang layanan akan menimbulkan ketidakkonsistenan dalam penyediaan layanan dari vendor-vendor yang ada. Ada kemungkinan vendor yang satu memberikan pelayanan yang tidak sebaik vendor lainnya. Hal tersebut akan dapat menimbulkan masalah terutama bila kedua vendor tersebut saling terkait dalam suatu sistem informasi. Dan masalah tersebut akan semakin sulit dipecahkan apabila masalah telah meluas hingga mempengaruhi vendor lainnya.
- Kurang tajamnya intelejensi bisnis: Keragaman vendor akan menyulitkan suatu perusahaan dalam melakukan penilaian atas layanan teknologi informasi yang telah dipergunakan secara keseluruhan. Perusahaan akan menerima laporan yang berbeda-beda dari masing vendor dan menimbulkan kesulitan dalam analisis dari setiap laporan tersebut yang pada akhirnya akan mempengaruhi pengambilan keputusan.
- Inefisiensi dalam pelatihan karyawan: Strategi multi vendor akan menimbulkan inefisiensi bagi perusahaan dalam menyediakan pelatihan bagi para karyawannya. Mengapa hal tersebut terjadi? Adanya berbagai software maupun hardware dari vendor-vendor yang dipergunakan oleh perusahaan akan membuat karyawan memerlukan pelatihan khusus untuk setiap jenis layanan dari masing-masing vendor. Hal tersebut akan berefek pada membengkaknya biaya pelatihan dan banyaknya waktu yang terbuang untuk penyelenggaraan pelatihan. Apalagi bila sering terjadi pergantian vendor.
2. Single Vendor
Keuntungan:
- Penghematan waktu: Starategi single vendor akan memberikan manfaat bagi perusahaan dalam hal waktu penyediaan. Dengan menyerahkan penyediaan seluruh kebutuhan teknologi informasi pada satu vendor akan dapat mempersingkat waktu penyediaan.
- Kemudahan dalam pelatihan karyawan: Dengan hanya menggunakan satu vendor, perusahaan akan mendapat kemudahan dalam menyediakan pelatihan bagi karyawannya karena seluruh sistem informasi dilayani oleh hanya satu vendor sehingga paket pelatihan yang perlu disediakan menjadi lebih sederhana dan tidak membuang banyak waktu.
- Semakin tajamnya intelejensi bisnis: Single vendor akan memudahkan suatu perusahaan dalam melakukan penilaian atas layanan teknologi informasi yang telah dipergunakan secara keseluruhan. Perusahaan hanya akan menerima laporan dari satu vendor saja sehingga mempermudah dalam melakukan analisis dari setiap laporan tersebut. Singkat kata, perusahaan akan lebih mudah dalam melakukan pengambilan keputusan.
Kekurangan:
- Ketidakleluasaan dalam memilih: Penggunaan sistem single vendor akan sangat membatasi perusahaan dalam karena semua hal ditangani oleh suatu vendor tertentu. Perusahaan akan dipaksa untuk mengikuti kemauan vendor dan timbul kemungkinan bahwa sistem yang dipergunakan menjadi kurang sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Strategi single vendor juga akan membatasi ruang gerak bagi perusahaan dalam penyediaan sistem informasi karena vendor yang ada belum tentu mampu menyediakan seluruh kebutuhan perusahaan akan sistem informasi.
- Peningkatan biaya dan resiko: Ketergantungan pada satu vendor tertentu akan memberikan resiko yang sangat besar bagi perusahaan karena adanya kemungkinan perubahan kebijakan vendor dalam hal penyediaan produk serta kemungkinan penghentian pelayanan dan kenaikan harga.
- Inefisiensi operasional: Dengan adanya peningkatan biaya dan resiko dengan strategi single vendor, perusahaan akan mengalami inefisiensi dalam beroperasi. Biaya operasi menjadi semakin mahal terutama untuk penyediaan teknologi informasi. Selain itu semakin besarnya resiko ketergantungan terhadap vendor tertentu akan membuat perusahaan menjadi sulit berkompetisi.
- Dukungan teknis yang tidak terspesialisasi dan kurang optimal: Strategi single vendor akan memberikan keterbatasan bagi perusahaan dalam memperoleh dukungan teknis mengingat seluruh kebutuhan perusahaan hanya disuplai dari satu vendor saja. Padahal belum tentu vendor tersebut memiliki kemapuan yang baik di semua lini yang dibutuhkan perusahaan. Pada akhirnya, dukungan teknis yang diberikan oleh vendor menjadi kurang optimal.
Berdasarkan pertimbangan tersebut di atas, tampaknya strategi multi vendor akan lebih tepat dipergunakan terutama oleh perusahaan besar mengingat kemungkinan keragaman jenis usaha dan wilayah usaha sehingga memerlukan perangkat teknologi informasi yang cukup kompleks pula. Sedangkan untuk perusahaan dengan skala yang lebih kecil akan lebih baik jika menerapkan strategi single vendor.
Referensi :
- Jain, Payal. Mar 10, 2008. “Multi Vendor Business Strategies” (Online). URL: http://articles.maxabout.com/artid0006768/multi_vendor_business_strategies.aspx. (Tanggal Akses: 18 September 2008).
- Kopparapu, Chandra. Feb. 9, 2008. “Multi-vendor Strategy” (Online). URL : http://voicendata.ciol.com/content/NetworkingPlus/108020902.asp. (Tanggal Akses: 20 September 2008).
- Milberg, Ken. Mar. 12, 2008. “Choosing network equipment vendors: Multi-vendor vs. single-source”. (Online). URL: http://searchnetworkingchannel.techtarget.com/tip/0,289483,sid100_gci1305061,00.html (Tanggal Akses: 20 September 2008).
- Kozierok, Charles M. Apr.17, 2001. “Multiple vs. Single Vendors” (Online). URL: http://209.68.14.80/buy/ven/ind_Multiple.htm. (Tanggal Akses: 19 September 2008).
- Lewis, Greg. “How to Manage the Multi-Vendor Environment“. 2008. (Online). URL: http://www.technologyexecutivesclub.com/Articles/outsourcing/artHowManageMulti-VendorEnvironment.php. (Tanggal Akses: 20 September 2008)
Bandung, 21 September 2008
Nur Hidayat, NIM 23208086
Catatan Tambahan:
Tulisan ini dibuat sebagai tugas mata kuliah Keamanan Informasi Sistem Lanjut (IF5166) pada Magister Teknik Informatika, Sekolah Teknik Elektro dan Informatika, Institut Teknologi Bandung.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar